SUARA INDONESIA
Banner

Bermodal Satu Juta, Gadis Asal Pasuruam Produksi Kripik Jamur Beromzet 10 Juta Perbulan

PASURUAN - Upaya budidaya dan olahan jamur tiram Rumah Jamur Yeye di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dibilang sukses. Usaha yang bermodal Rp 1 juta sejak tahun 2018 lalu, kini terus berkembang.

Bahkan omzetnya mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, pemasarannya bia tembus di pasar modern hingga diekspor ke Rusia.

Produksi Rumah Jamur Yeye ini mempunyai beberapa produk olahan, yakni keripik jamur tiram dengan berbagai varian rasa, nuget jamur dan es jamur

Pemilik usaha, Wahyu Dwi Cahyani (31) menjelaskan, usaha yang ia jalani berawal dari budidaya jamur tiram rumahan, dengan lahan seadanya.

“Usaha ini kami lakukan sejak 2018 dengan modal 1 juta juga banyaknya jamur dari para petani yang menumpuk untuk sulit dipasarkan. Selanjutnya ada saran dari teman agar membuat olahan berbahan jamur tiram,” ujarnya, Kamis (19/11/2020).

Sementara untuk merek produk kripik jamur Yeye, lanjut yani secara legalitas sudah mendapatkan audit Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan PIRT level 1.

“Secara legalitas, produk kami telah lolos audit Dinkes PIRT Level 1 dan untuk label halal MUI dan BPOM saat ini dalam pengurusan,” paparnya.

Untuk omzet pemasaran itu sendiri, Yuni menambahkan omzet pemasaran kripik jamur sudah merambah di pasar modern dan sudah tersebar di beberapa kota.

"Kami bisa menembus 10 juta perbulan dari pasar modern juga beberapa kota yakni Sidoarjo, Surabaya, Jawa Tengah dan juga Jakarta. Serta menembus pasar ekspor ke Rusia," pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?