SUARA INDONESIA
Banner

Haul KH Abdul Hamid Pasuruan, Dipastikan Digelar Secara Virtual

PASURUAN - Haul KH Abdul Hamid Bin Abdullah Bin Umar yang ke -39, yang akan digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah, Jalan KH Abdul Hamid Gg 8, Kekurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Senin (26/10/2020) nanti, dipastikan digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Karena pelaksanaannya tahun ini dimasa pandemi yang belum berakhir membuat kegiatan tahunan itu dilaksanakan secara virtual.

"Kegiatannya akan dilaksanakan secara virtual.Hanya ada undangan khusus yang dapat hadir langsung mengikuti haul," ujar Humas Panitia Haul Lutfi Ansori, pada awak media, Selasa (20/10/2020). 

Pihaknya, menyadari dengan kondisi dalam situasi Pandemi Covid-19. Bahkan masyarakat juga dihimbau patuhi protokol kesehatan.

"Kami juga sudah sampaikan secara luas kepada masyarakat khususnya para jamaah haul. Yang diundang hanya keluarga, muhibbin, santri-santri senior dan undangan lainnya saja," ucapnya.

Meski hanya dihadiri undangan yang berkisar 500-1000 orang, haul tetap bisa diikuti oleh jamaah secara virtual. Panitia telah menyediakan alternatif majelis haul virtual di sejumlah tempat. Diantaranya Masjid Gus Dur Kraton, Masjid Al Baka Rejoso, Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Pondok Roudlotul Ma’ruf dan Masjid Jami Al Anwar Kota Pasuruan.

Majelis haul virtual juga akan disiarkan secara langsung dari halaman Ponpes Salafiyah. Para jamaah juga dapat mengikuti haul tersebut melalui siaran tv lokal, dan via streaming dari berbagai kanal media sosial.Tokoh nasional dijadwalkan hadiri haul. Yakni KH Bahauddin Nursalim dan KH. Mustofa Bisri. 

Terpisah, KH Nailur Rohman (Gus Amak) cucu KH Abdul Hamid mengatakan, haul tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena pandemi.

"Jemaah yang datang ke haul karena terimpact dengan KH. Abdul Hamid. Haul ini tetap bisa menjawab kekeringan bathin dan kecintaan pada KH. Abdul Hamid," ujarnya. 

Perjuangan melawan Covid 19. Untuk area pondok putra akan dibatasi dan disiapkan 1.000 kursi.

"Yang masuk gang pondok kita saring karena diluar gang tidak ada terop dan harus melaksanakan standar protokol kesehatan ketat yakni 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak)," terang Gus Amak.

Apa Reaksi Anda?