SUARA INDONESIA
Banner

Aminurokhman Mengajak Masyarakat Untuk Terapkan 4 Pilar Kebangsaan di Pilkada Kota Pasuruan

PASURUAN - Anggota MPR RI, Aminurokhman yang juga Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) Komisi II DPR-RI, mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kota Pasuruan, agar menyikapi pelaksanaan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak 2020 secara dewasa dan bijaksana. 

Menurutnya, empat pilar kebangsaan sudah memberikan rambu-rambunya agar tidak terjadi ekses negatif setelah Pilkada usai. Sehingga dibutuhkan kedewasaan berfikir dan kebijakan bertindak dalam menyikapi Pilkada serentak 2020 agar melahirkan pemimpin berkualitas di daerah.

"Kuncinya adalah menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan,” ujar Aminurokhman dalam saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung Kurnia, Kota Pasuruan, Sabtu (14/11/2020), malam. 

Aminurokhman mengingatkan, bahwa dalam Pilkada, akan selalu diikuti dengan proses pengelompokan masyarakat yang tersegmentasi pada dukungan calon tertentu. Dan pada saat yang sama akan muncul berita-berita hoax yang sengaja dibuat untuk mendistorsi masing-masing kandidat.

"Implikasinya masyarakat akan terbelah," jelasnya.

Ia berpesan, agar dalam kontestasi Pilkada yang bertujuan mulia ini harus mengorbankan persatuan dan kesatuan masyarakat."Pilkada harus dipahami sebagai pesta demokrasi yang happy dan tidak ada fitnah, apalagi menyebarkan berita-berita hoax,” sambungnya.

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim II (Pasuruan, Probolinggo) ini menjelaskan agar para paslon (pasangan calon)Kepala Daerah dan para pendukungnya memahami dan menerapkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan dalam keseluruhan tahapan, hingga ditetapkannya hasil Pilkada. 

Sehingga, lanjut dia, Pilkada ini dapat melahirkan pemimpin bermutu yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan bukan golongan semata."Hal inilah yang harus dipahami oleh semua pihak, sehingga tercipta demokrasi yang benar benar sesuai harapan rakyat," terang Aminurokhman.

Dihadapan 160 orang peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diikuti dari unsur tokoh masyarakat, mahasiswa dan pemuda serta LSM ini, Walikota Pasuruan dua periode ini menyebutkan bahwa empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika) adalah serum antibodi yang mujarap agar kebal dan tidak mudah terprovokasi oleh kelompok yang bertujuan memecah belah bangsa.

“Empat pilar kebangsaan ini adalah benteng sekaligus solusi untuk menjawab seluruh problem kebangsaan, dan menolak segala macam tindakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. 

Apa Reaksi Anda?